Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, universitas Diponegoro (FIB UNDIP) telah menggelar MINI BIPA Summer Course Program 2026 pada 20 – 24 Juli 2026. Pada tahun ini, tema yang diangkat adalah “Film as a Documentation of Indonesian History and Cultural Heritage” untuk melihat posisi film dalam kesejarahan dan kebudayaan Indonesia.
Tidak hanya sekedar mempelajari bahasa Indonesia, acara ini juga menjadi media pengenalan kekayaan budaya serta sejarah Indonesia melalui film yang begitu dekat dengan budaya masyarakat modern.

Peserta dari 24 Negara Meramaikan Acara
Acara ini resmi dibuka oleh Dekan FIB, Prof. Alamsyah, M.Hum., yang memberikan apresiasi luar biasa bagi seluruh peserta dari penjuru dunia. Total peserta yang mengikuti program ini sebanyak 63 peserta yang berasal dari 24 negara yang berbeda, seperti Korea Selatan, India, Peru, Rusia, Nigeria, dan beberapa negara lain. Seluruh peserta yang terlibat menunjukkan antusiasme yang tinggi selama acara berlangsung melalui interaksi aktif pada setiap sesinya.
Selama lima hari, peserta mendapatkan materi dari lima narasumber luar biasa. Hari pertama dibuka olehDr. Justin Wejak (University of Melbourne) yang mengulik topik mengenai “Sejarah Indonesia dalam Film Dokumenter“. Kemudian, Dr. Rabith Jihan Amaruli, M.Hum. (Universitas Diponegoro) membedah peran penting “Film Dokumenter sebagai Arsip Sejarah Indonesia“. Dr. Arido Laksono, M.Hum. (Universitas Diponegoro) yang mengeksplorasi keunikan rasa dan identitas dalam “Kuliner dalam Film Indonesia“. Hari keempat, Herpin Nopiandi Khurosan, M.A. (Universitas Diponegoro), mengulas representasi “Budaya Tradisi Indonesia dalam Film“. Tidak hanya itu, setiap harinya menjadi sangat menarik dengan bahasan dari Dr. Wati Istanti, M.Pd. (Universitas Negeri Semarang) yang memberikan short course Bahasa Indonesia, sebagai penguatan kebahasaan para peserta asing selama program berlangsung.
Pada hari kelima atau hari terakhir dilaksanakan sesi presentasi yang akan didampingi secara langsung oleh para pemateri. Momen ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk berdiskusi secara langsung dengan narasumber.
Kegiatan ini kemudian ditutup secara resmi oleh Eta Farmacelia Nurulhady, S.S., M.Hum., M.A., Ph.D sebagai perwakilan Fakultas Ilmu Budaya UNDIP yang menegaskan bahwa keberhasilan MINI BIPA Summer Course 2026 merupakan bukti nyata komitmen FIB UNDIP dalam memperkuat pembelajaran yang berbasis pada pertukaran budaya untuk mempertegas posisi UNDIP sebagai kampus berorientasi internasional.
Melalui film, Indonesia berhasil membuka ruang dialog budaya yang menyenangkan. Hal tersebut tidak hanya diperuntukkan untuk mengenal bahasa Indonesia saja, tetapi juga metode pengenalan identitas bangsa melalui cerita dan visual yang disajikan.

Bapak Dr. Sukarjo Waluyo, S.S., M.Hum., selaku Kaprodi Sastra Indonesia mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan Summer Course untuk meningkatkan perkembangan pembelajaran Bahasa Indonesia di kancah Internasional