Undip Global Classroom: Prodi Sastra Indonesia Gelar Diskusi Interaktif dengan Dosen Leipzig University

Semarang – Program Studi (Prodi) Sastra Indonesia Universitas Diponegoro (Undip) kembali mengadakan program Undip Global Classroom (UGC) yang bekerja sama dengan Leipzig University, Jerman. Pada kelas internasional ini, para peserta berkesempatan mendiskusikan proses preservasi, konservasi, hingga digitalisasi dalam proyek Portal Qalamos bersama Dr. Thoralf Hanstein, peneliti senior sekaligus penanggung jawab koleksi naskah Asia Tenggara di Leipzig University. Kegiatan ilmiah ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Senin, 25 Juni 2026, dan dihadiri oleh puluhan mahasiswa dan dosen pegiat naskah Nusantara.

Portal Qalamos sejatinya lahir dari proyek bertajuk “Orient-Digital” yang didanai oleh Yayasan Penelitian Jerman (DFG). Visi utamanya adalah mengintegrasikan deskripsi katalog dan metadata manuskrip oriental dari berbagai perpustakaan ke dalam satu sistem basis data terpadu. Seiring berjalannya waktu, fokus pengumpulan naskah meluas hingga ke luar wilayah Timur Tengah. Oleh karena itu, nama “Orient-Digital” dirasa kurang merepresentasikan cakupan proyek, hingga akhirnya dipilihlah nama “Qalamos”. Nama ini berakar dari kata qalam (pena) yang dikenal dalam bahasa Arab, Persia, hingga diadopsi ke dalam bahasa Indonesia sebagai ‘kalam’, sehingga dinilai lebih universal bagi tradisi penulisan naskah kuno.

Dalam sesi diskusi interaktif, berkembang pembahasan dinamis mengenai potensi, tantangan, serta kendala teknis yang dihadapi Qalamos saat ini. Salah satu sorotan utama adalah masalah kelengkapan deskripsi naskah dan ketiadaan fitur preview (pratinjau) teks secara langsung untuk beberapa koleksi. Dr. Hanstein mengungkapkan bahwa kendala ini terjadi karena proyek masih mengalami keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya tenaga ahli filologi dan kodikologi yang bertugas menguratori jutaan baris data naskah. Meskipun memiliki kendala pada aspek ketercukupan SDM untuk penyusunan deskripsi yang mendalam, Qalamos menyimpan potensi luar biasa sebagai agregator raksasa yang mempermudah interkoneksi riset lintas negara.

Saat ini, portal Qalamos terus dikembangkan untuk memperkaya referensi dan menyempurnakan aksesibilitas sistemnya. Guna memperluas cakupan data, Qalamos telah menjalin kolaborasi internasional dengan berbagai platform penyedia naskah kuno di Asia Tenggara, seperti kepustakaan digital DREAMSEA (Digital Repository of Endangered Endangered Alami Manuscripts), Khastara milik Perpustakaan Nasional RI, hingga Perpustakaan Universitas Leiden di Belanda. Melalui perluasan kemitraan ini, kemungkinan besar data naskah yang dihimpun di masa depan akan semakin masif. Dr. Hanstein berharap kehadiran Portal Qalamos dapat meruntuhkan sekat geografis dan membantu proses penelitian filologi bagi para pegiat naskah, khususnya dosen dan mahasiswa filologi di Indonesia dalam mengakses warisan dokumenter Asia Tenggara secara cuma-cuma.